Ketika Ekspektasi Kos Nyaman Bertemu dengan Realita Hidup di Kota

    Salah satu bentuk kewirausahaan adalah usaha properti kos-kosan. Usaha properti kos-kosan ini milik Bu Suryani yang kerap disapa Bu Yani bertepatan di daerah Nologaten, Sleman, Yogyakarta yang didirikan pada tahun 1998. Adanya bangunan kost ini keinginan untuk membangun koskosan sudah ada sejak usia muda karena dulu merupakan suatu cita-cita. Namun, baru bisa dibangun ketika Bu Yani menikah bersama suaminya dan sudah hidup menjadi sepasang suami istri, lalu baru bisa diberi kesempatan untuk merintis membangun kos kosan pada tahun 1998. Perjalanan membuat kost melalui beberapa tahapan. Pada tahun tersebut hanya bisa membuat kost satu lantai dengan 3 kamar dan dulu masih sistem kontrak kamar. Lima tahun kemudian baru bisa membangun lagi, bertambah menjadi 2 kamar. Pondasi bangunan kost memang dirancang untuk 2 lantai, jadi membangun pada lantai satunya memang menggunakan desain yang kokoh. 
    Awal mula pembangunan kost ini ketika Bu Yani berusia remaja, beliau sudah diamanahi untuk memanfaatkan lahan kosong warisan orang tua, orang tua dari Bu Yani juga menyetujui untuk membangun kost pada lahan kosong tersebut karena sebelumnya memang memiliki cita-cita untuk mempunyai penginapan. Bu Yani menjelaskan, “Awal mula yang mempunyai ide saya sendiri karena termotivasi dan rasa ingin seperti orang lain yang mempunyai kos-kosan di daerah jogja karena saya ini termasuk tinggal di jogja kota, saya dulu juga kuliah di UGM dengan jurusan peternakan, banyak teman-teman saya yang di UGM berasal dari luar daerah, jadi saya berpikiran bahwa adanya usaha kos-kosan sangat menjanjikan karena setiap tahun pasti banyak mahasiswa membutuhkan kos-kosan. dan uang hasil dari kos-kosan bisa untuk investasi, selain itu juga di sini banyak adanya universitas, tidak hanya UGM saja, jadi saya berpikiran bahwa adanya penginapan ini pasti tidak akan menjadi usaha yang merugikan di masa depan.”
    Menurut Bu Yani walaupun ia sudah memiliki pandangan yang matang mengenai usaha yang ia akan bangun bersama suaminya, ia juga mengalami kendala dalam mewujudkan kost kostannya. Kendala tersebut antara lain: modal awal, membangun atau menyewa properti untuk diubah menjadi kos-kosan memerlukan modal dan modal awal yang cukup besar yang meliputi pembayaran bahan baku bangunan, gaji karyawan, makan untuk tukang, air, listrik dan lain sebagainya. Jadi walaupun memiliki modal yang cukup untuk membangun tapi tetap memerlukan dana cadangan. Menurut Bu Yani juga memerlukan adanya relasi, jika relasi kita kurang maka target untuk orang ngekost ditempat akan mempengaruhi, karena dengan banyaknya relasi maka hubungan kita dengan orang-orang semakin banyak dan banyak orang kan mempromosikan kos-kosan. Butuh pemasaran penghuni yang potensial bisa menjadi tantangan karena banyak juga kos-kosan sehingga persaingan juga semakin besar, maka dari itu solusi yang dapat diambil yaitu menciptakan lingkungan kos-kosan yang bersih rapi nyaman, dan fasilitas yang mumpuni. 
    Lokasi juga dapat mempengaruhi karena semakin dekat dengan universitas maupun tempat kerja akan banyak orang yang mencari kos-kosan. Selain itu, juga perlu adanya pemeliharaan dan manajemen dengan enjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik dan mengelola kos-kosan dengan efisien bisa menjadi pekerjaan yang menantang. Jika pemeliharaan kos-kosan kurang baik akan menjadi kendala untuk seseorang yang akan menempati kos-kosan. Cara mengatasi kendalakendala tersebut melibatkan strategi yang cermat dan pendekatan yang hatihati seperti, perencanaan keuangan yang matang, dengan cara mengelola modal dengan baik serta membuat perencaan keuangan yang lebih hati-hati dan mengguanakan modal sesuai dengan kebutuhan dapat membantu mengatasi kendala modal, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif seperti promosi online, bekerjasama dengan kerabat untuk mempromosikan kos-kosan, dan peningkatan kualitas fasilitas untuk meningkatkan daya tarik bagi calon penghuni, Menerapkan sistem pemeliharaan properti yang baik, termasuk pemeliharaan rutin dan pelayanan penghuni kos yang baik. Bisa juga dengan mengadakan kerja bakti bareng untuk menjaga kebersihan lingkungan kos sehingga kebersihan tetap terjaga dan fasilitas juga terawat.
    Dari beberapa kendala tersebut terdapat risiko saat mengambil keputusan mendirikan properti kos-kosan, beberapa risiko yang dihadapi dalam pembangunan dan pengelolaan properti kos-kosan seperti, risiko keuangan untuk pembangunan awal yang besar dan pengelolaan properti kos-kosan bisa menjadi risiko keuangan. berbagai permintaan pasar atau biaya yang lebih tinggi dari perkiraan semula dapat mempengaruhi keuntungan atau bahkan menyebabkan kerugian. Kerugian bisa terjadi jika kamar kosan tidak terpenuhi sedangkan listrik dan air tetap digunakan itu akan menjadi penyebab kerugian bagi pemilik kosan, perubahan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan mahasiswa atau penghuni koskosan untuk membayar sewa kos-kosan, yang dapat berdampak pada pendapatan pemilik, Ketidakpastian Pemeliharaan dan Reparasi seperti, perawatan dan perbaikan rutin pada bangunan dapat menjadi beban finansial tambahan. Ketidakpastian terkait biaya perawatan dan perbaikan dapat menjadi risiko dalam pengeluaran uang. Dengan contoh jika ada sesuatu fasilitas yang harus di beli karena rusak atau kesalahan penghuni itu akan menyebabkan tambahan biaya pengeluaran bagi pemilik kos, ketidakstabilan Penghuni seperti kehilangan penghuni secara tiba-tiba dapat menimbulkan kesulitan dalam finansial. Karena sulit juga untuk mendapatkan ganti orang untuk menempati kos-kosan. Apalagi jika penghuni kos tersebut kabur dan belum membayar kos itu menjadi pengaruh bagi pemilik kos, dan tingkat persaingan yang tinggi. 
    Memiliki kost-kostan juga tidak selamanya berjalan sesuai rencana. Bu Yani pernah mengalami kerugian akibat adanya virus covid-19, selama dua tahun tidak ada yang menghuni dan menyewa, apalagi Bu Yani dan suami sudah pensiun dari pekerjaannya, menyebabkan keduanya tidak memiliki penghasilan tambahan. Perjuangan membangun kost-kostan ini juga tidak mudah. Bu Yani tergolong masyarakat yang cukup mampu Ia dan suami juga bisa dikatakan orang yang sudah mapan. Pembangunan pertama menggunakan uang hasil kerja dari keduanya dan hanya menjadi 3 kamar kosong saja. Dari tiga kamar tersebut, tetap disewakan kepada orang-orang dan berhasil mendapatkan hasil dari penyewaan ruangan tersebut. Dari hasil tersebut bisa terkumpul untuk membangun kamar kos lain, namun semua butuh perjungan dan pengorbana. Beliau juga pernah utang pada bank selama puluhan juta untuk mencukupi biaya pembangunan. Namun, untuk sekarang ini selama keadaan sudah membaik setelah virus covid-19, kos milik Bu Yani tidak pernah sepi orang penyewa, bahkan seluruh kamarnya penuh, mulai dari mahasiswa hingga pekerjapun memilih kos Bu Yani karena dekat dengan wilayah kota.

Komentar

Postingan Populer