“Peringatan Keras Kepada Sepasang Kekasih yang Sedang Dimabuk Cinta”


Sumber: https://www.pinterest.com/




Memo Sepi

Sepi itu seksi.

 

Kuatkan imanmu

sebelum kau jatuh hati

 

Ia akan melucuti

segala yang kau kira

Bakal abadi.

 

Joko Pinurbo 2021: 13

 

            Puisi “Memo Sepi” karya Joko Pinurbo memberi gambaran tentang suatu nuansa romansa yang kerap dirasakan dan dilakukan oleh seseorang yang sedang menaruh hati. Bukan mengarah pada adegan romantis yang sering dilakukan oleh sepasang kekasih, atau perlakuan manis dari pria sang wanita, melainkan puisi ini adalah sebagai pengingat bahwa dalam menjatuhkan hati harus memiliki pendirian kuat yang artinya ketika perasaan bosan datang, seseorang akan teguh dengan pendirian yang telah ia bentuk. Memang benar adanya jikalau makna bahwa jatuh cinta itu membutakan segalanya. Dengan adanya puisi “Memo Sepi” ini Joko Pinurbo memberikan peringatan bahwa jatuh hati pada seseorang memerlukan suatu iman atau pendirian yang kuat. Cinta adalah takdir namun praktiknya seperti menjebak. Dapat dikatakan demikian karena cinta akan membawa individu untuk mengutamakan cinta tersebut dan mengesampingkan urusan-urusan atau kepentingan lain. Jadi mungkin memang benar adanya bahwa cinta itu buta.

            Pada bait pertama dari puisi “Memo Sepi” karya Joko Pinurbo memiliki makna ambigu, membuat pembaca menerka-nerka dan bertanya-tanya apa maksud dari ‘Sepi itu seksi.’ Seksi dalam lirik puisi ini memberi maksud bahwa sepi tidak selamanya buruk. Bukan pula artian bahwa seksi merupakan sesuatu yang identik dengan tubuh manusia. Lirik ini memiliki arti bahwa suatu kesendirian atau keheningan memiliki daya tarik atau pesona tersendiri bagi beberapa orang. ‘Sepi’ merupakan kemungkinan yang akan terjadi ketika seseorang mampu membuat keputusan yang besar tentang kehidupan cintanya.

            Bait selanjutnya, yakni bait kedua sudah memberi clue kepada pembaca maksud dari puisi ini. Sebuah percintaan atau kisah cinta, dalam menjalaninya tentu memerlukan suatu tekat yang cukup besar. Keputusan untuk berada disuatu lingkaran cinta juga merupakan salah satu tekad besar seseorang. Sebelum menjatuhkan hati, seseorang hendaknya memiliki komitmen terhadap dirinya sendiri yakni teguhnya pendirian supaya siap menerima kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi, supaya pula agar diri tidak kaget akan hal tidak terduga tersebut.

Pada bait ketiga, yakni bait terakhir, membuat pembaca mengerti bahwa ‘sepi’ yang disebutkan pada bait pertama merupakan main karakter dalam puisi ini. Pada bait ketiga ini juga memberikan seperti patahan, bahwa cinta atau hubungan mungkin membawa perubahan atau akhir yang tidak terduga. Pemaknaannya bisa berarti meskipun sesuatu terasa abadi atau kekal dalam pandangan kita, kenyataannya segala sesuatu dapat berubah dan bisa hilang sewaktu-waktu. Hal seperti ini akan menjadikan sebuah kesepian timbul dan akan membuat seseorang merasa bersedih dalam menghadapi kenyataannya.

Perlunya suatu pendirian/keimanan yang kokoh sebelum jatuh cinta merupakan suatu aba-aba yang harus dilakukan sebelum lanjut ke realita. Jatuh cinta merupakan sesuatu yang harus ada pada diri manusia, semua orang pasti menginginkan kisah cinta yang abadi. Namun, setiap insan juga juga wajib mempersiakan mental dengan keimanan tertentu sebelum menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yaitu musnahnya cinta dan datangnya kesepian.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer